Resources / Blog / Tentang Pajak Pribadi

Aturan Baru Gaji 5-15 Juta Kena Pajak? Begini Cara Menghitungnya

Besaran Tarif pada Aturan Baru Gaji 5 – 15 Juta

Pemerintah telah mengubah besaran tarif pajak pada aturan baru gaji 5 – 15 juta pada orang pribadi termasuk karyawan. Perubahan ini tertera pada Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP). 

Diketahui dalam peraturan tersebut untuk Pendapatan Tidak Kena Pajak (PTKP) tidak berubah, masih Rp54.000.000/tahun. Perubahan terjadi ini karena keberpihakan pemerintah pada wajib pajak yang pendapatannya kecil. Tarif Pajak Penghasilan (PPh) terbagi dalam 5 lapisan yang akan dikenakan untuk Penghasilan Kena Pajak (PKP) tahunan wajib pajak sesuai dengan lapisannya. 

Berikut ini perbedaannya tarif pajak penghasilan terbaru sesuai UU HPP yang sudah berlaku untuk tahun pajak 2022: 

Baca Juga: Pajak Progresif: Ini Pengertian, Contoh, dan Cara Menghitungnya

UU PPh

Ada pun besaran tarif pajak penghasilan yang lama dan mengacu pada UU PPh adalah sebagai berikut: 

  • Rp0 – Rp50.000.000 dikenakan tarif 5%
  • Rp50.000.000 – Rp250.000.000 dikenakan tarif 15%
  • Rp250.000.000 – Rp500.000.000 dikenakan tarif 25%
  • Rp500.000.000 ke atas, dikenakan tarif 30%

UU HPP 

Sedangkan pada besaran tarif pajak penghasilan sesuai dengan UU HPP adalah sebagai berikut:

  • Rp0 – Rp60.000.000 dikenakan tarif 5%
  • Rp60.000.000 – Rp250.000.000 dikenakan tarif 15%
  • Rp250.000.000 – Rp500.000.000 dikenakan tarif 25%
  • Rp500.000.000 – Rp5 miliar, dikenakan tarif 30%
  • Rp5 miliar ke atas, dikenakan tarif 35%

Baca Juga: Cara Lapor SPT Tahunan Pribadi 2022, Simak di Sini!

Contoh Menghitungnya

Lalu, seperti apa penghitungan besaran pajak yang harus dibayarkan oleh wajib pajak tersebut? Mari simak penjelasannya di bawah ini: 

1. Penghasilan Rp5.000.000/bulan atau Rp60.000.000/tahun

Rumusnya: 

PKP = Penghasilan per tahun – PTKP

Rp60.000.000 – Rp54.000.000 = Rp6.000.000

Karena hasilnya Rp6.000.000 maka tarif pajak yang dibayarkan cukup tarif pajak lapisan 1, yaitu 5%. 

Jadi, besaran pajak = 5% x Rp6.000.000 = Rp300.000/tahun

2. Penghasilan Rp9.00.000/bulan atau Rp108.000.000/tahun

Rp108.000.000 – Rp54.000.000 = Rp54.000.000

Hasilnya Rp54.000.000, jadi tarif pajaknya juga masih lapisan 1 yakni 5%. Berbeda dengan tarif sebelumnya yang batas lapisan 1 hanya sampai Rp50.000.000. Pada peraturan baru lapisan 1 besaran tarif pajak maksimal Rp60.000.000. Sehingga hasil dari contoh di atas, masih dikenakan tarif pajak lapisan 1, yaitu 5%. 

Besaran pajak yang harus dibayar = 5% x Rp54.000.000 = Rp2.700.000/tahun

Baca Juga: Secara Umum, Ini 7 Jenis Pajak yang Dikenakan Pada Perusahaan

3. Penghasilan Rp15.000.000/bulan atau Rp180.000.000

Rumusnya: 

PKP = Penghasilan per tahun – PTKP

Rp180.000.000 – Rp54.000.000 = Rp126.000.000 

Hasilnya lebih dari Rp60.000.000, maka wajib pajak dengan penghasilan ini dikenakan 2 lapisan, yaitu:

  1. Lapisan 1 sebesar 5%
  2. Lapisan 2 sebesar 15% 

Hasil dari lapisan 1: 

Rp60.000.000 x 5% = Rp3.000.000 

Hasil dari lapisan 2: 

Rp126.000.000 – Rp60.000.000 = Rp66.000.000

Rp66.000.000 x 15% = Rp9.900.000

Total besaran pajak yang harus disetor = Rp3.000.000 + Rp9.900.000 = Rp12.900.000

Baca Juga: 4 Fungsi Utama Pajak di Indonesia, Ini Penjelasannya

Ilustrasi Penghitungan Sesuai Aturan Baru Gaji 5-15 Juta atau PPh Orang Pribadi

Berikut ini bagan ilustrasi PPh orang pribadi terbaru:

Ilustrasi Penghitungan PPh Orang Pribadi

Catatan: 

  • Asumsi penghitungan PPh untuk status WP OP lajang (TK/0). 
  • Perubahan tarif tidak menambah beban Pajak Penghasilan bagi Orng Probadi yang berpenghasilan s.d Rp5 Miliar 1 tahun. 

Itulah tadi pembahasan tentang aturan baru gaji 5 – 15 juta yang perlu Anda keahui. Pengelolaan pajak orang pribadi ini harus akurat penghitungannya. Oleh karena itu, penting rasanya menemukan aplikasi yang tepat dalam mengelola prosesnya. Salah satu aplikasi yang bisa Anda gunakan dalam menghitung, menyetor, dan melaporkan pajak orang pribadi atau karyawan adalah OnlinePajak. OnlinePajak bermitra resmi dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan tersertifikasi ISO 27001 untuk urusan keamanan data pelanggan.

Untuk mengetahui lebih banyak fitur menarik OnlinePajak lainnya, silakan klik di sini. Lakukan pendaftaran akun Anda di sini! 

Reading: Aturan Baru Gaji 5-15 Juta Kena Pajak? Begini Cara Menghitungnya